Saturday, 22 January 2011

Sayang, Andai Aku Dapat Mengubah Dunia

Adam nama lelaki itu itu. Dia baru saja pulang berkelana ke negeri yang jauh. Tanpa kendaraan, tanpa bekal, dan tanpa tahu harus pergi ke mana. Mengasah diri, itulah tujuannya semata. Sekarang ia sudah pulang. Ia sangat rindu pada wanitanya. “Aku akan mengambilkanmu bintang itu, membiarkannya bersinar dalam hatiku, supaya kamu bisa melihat kebeneran di dalamnya,” kata Adam sambil menunjuk sebuah bintang terang di langit biru yang kelam. Sang gadis menjawab, bisakah kamu?


“Aku pasti bisa, aku akan menjadi sinar matahari di duniamu,” ujar Adam. Aku adalah raja. Raja yang akan menjadikanmu ratuku, hanya kamu. Kita akan mengatur kerajaan dengan peraturan yang kita gubah sendiri. Begitu pikir Adam.


Sang gadis tidak percaya padanya. Ia ingin supaya Adam bisa membuktikan perkataannya. “Coba ubahlah dunia ini terlebih dahulu, maka aku akan mempercayaimu,” tantang sang gadis. Adam menelan ludah. Ia tidak menyangka sang gadis menantangnya seperti itu. “Dia sudah berubah. Sekarang ia menjadi lebih tajam,” kata Adam dalam benaknya.


Aku tidak bisa. Aku belum bisa. Sekarang aku hanya bisa bermimpi. Bermimpi bahwa suatu hari aku akan mengubah dunia, begitu kata Adam sambil menunduk. Adam sangat malu, ia merasa dirinya tidak berdaya untuk menaklukkan gadis itu. “Aku sudah berkelana jauh, tapi aku belum mampu mengubah dunia. Aku belum berhasil,” pikir Adam. Saat ini Adam hanya bisa mengharapkan hari itu datang. Hari di mana ia bisa mengubah dunia.


Malam hari, Adam menjadi raja dan sang gadis menjadi ratunya. Mereka berdiri di pelataran teras atas istana. Udara cukup dingin sehingga sang gadis meminta Adam untuk memeluknya. Adam memeluk sang gadis dari belakang, dan menikmati bintang-bintang yang tersebar di langit dengan acaknya. “Lihat, bintang itu sangat terang. Beruntunglah pria yang memiliki bintang itu, sama seperti aku yang beruntung mendapatkanmu,” kata Adam.


Adam terbangun dari mimpinya. Ia bukanlah raja. Ia hanya bermimpi menjadi seorang raja. Indah sekali mimpiku, pikir Adam. Sang gadis masih menunggu di depannya. “Bagaimana, kapan kamu mau mengubah dunia dan mengambilkan bintang itu untukku?” tanya sang gadis cantik.


Aku hanya punya cinta ini untukmu, aku belum memiliki dunia, kata Adam pada sang gadis. “Aku bodoh bahwa aku bermimpi untuk mengubah dunia. Aku punya cinta untuk kubagi padamu, tapi aku masih hanya bisa bermimpi untuk mengubah dunia,” kata Adam.
“Baiklah, tidak mengapa,” kata sang gadis. Kamu tidak bisa memiliki hatiku sebelum kamu mengubah dunia. Jadi, bangunlah dari tidurmu, dan ubahlah dunia. Aku akan menunggumu, tepat di hatiku, kata sang gadis pada Adam.


Adam segera bangun. Aku bisa mengubah dunia. Aku hanya belum melakukannya, tapi aku yakin aku pasti bisa, pikir Adam. Adam menyalami sang gadis, mencium tangan gadis itu. Ia melihat kedua mata sang gadis. Mata sang gadis sangat tajam, penuh ketegasan. “Baiklah aku berangkat. Aku akan mengubah dunia, menjadi raja, dan membawakan bintang ke pelukanmu,” tegas Adam.

No comments:

Post a Comment