Jumat, 20:00 WIB, Lt. 4 Kampus 3 Universitas Sanata Dharma, Paingan
Cewek-cewek bergaun hitam sedang berdandan dan merapikan gaun mereka. Beberapa mengomentari sepatu hak tinggi milik mereka sendiri sebagai sepatu yang kalah nyaman dibanding sepatu milik lainnya. Cowok-cowok ganteng dengan jas hitam dan kemeja putih sedang berdandan. Beberapa duduk bergerombol, mengobrol seru.
Ruangan sebesar setengah lapangan bola ini terasa sangat ramai. Panggung besar di bagian ujung sedang disiapkan. Latar hitam besar dengan tirai merah terang sedang dirapikan. Bangku-bangku di depan panggung sudah disusun rapi sepanjang ruangan. Baris pertama diisi kursi kayu berwarna cokelat dengan pegangan tangan. Baris kedua hingga paling belakang kursi empuk berwarna krem, mirip warna khas gedung dan jaket almamater Universitas Sanata Dharma.
Di sisi kanan panggung, satu set alat musik sedang dimainkan oleh beberapa pemusik. Beberapa lagu dimainkan dengan santai, mengisi suasana ramai di ruangan besar ini.
Malam ini teman-teman paduan suara Cantus Firmus Universitas Sanata Dharma sedang mempersiapkan diri mempersembahkan konser besok. Sebuah konser yang dipersembahkan sebagai ucapan pamit akan melakukan perjalanan jauh ke pulau seberang. Konser yang juga dibuat sebagai usaha mencari dana untuk menutupi seluruh biaya yang dibutuhkan.
Kurang lebih seminggu lagi, teman-teman PSM Cantus Firmus akan melakukan perjalanan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Mereka akan bertanding dalam sebuah pertandingan seni ala mahasiswa negeri ini. Perhelatan pesta paduan suara gerejawi yang ke-11 besok akan diadakan di Gedung Tambun Bungai, Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Teman-teman akan bertemu dengan 37 paduan suara lainnya.
Di sana, teman-teman akan membawakan lagu-lagu Sacra, Gospel dan Spiritual, serta lagu rakyat (Folklore) yang masing-masing hanya terdiri dari satu babak.
Semua peserta diwajibkan mengikuti seluruh kategori yang ada. Jadi, teman-teman PSM akan bernyanyi 3 hari berturut-turut sesuai urutan kategori. Kriteria penilaian yang digunakan oleh juri adalah intonasi, kesesuaian dengan partitur, kualitas suara, dan kesan artistik secara keseluruhan (dalam poin yang terakhir, biasanya selain mengedepankan seni suara, teman-teman penyanyi juga menghidangkan gerakan atau tarian yang sesuai).
Siapakah juri yang ada di pesparawi besok? Ada 5 juri, 4 juri asli produk Indonesia, dan 1 juri impor. Aida Swenson, Agastya Rama, Agustinus Bambang Jusana, Jonathan Velasco, dan Vonty Nahan.
Aida Swenson yang aslinya cewek asli batak bermarga Simanjuntak ini merupakan puteri dari komponis Cornel Simanjuntak. Ia adalah lulusan dari Westminster Choir College, USA di bidang Church Music and Choral Conducting dengan beasiswa dari Dewan Gereja Sedunia.
Agastya Rama Listya, cowok lokal asli Yogyakarta. Lulus S1 dari ISI Yogyakarta untuk program Teori dan Komposisi Musik, dan S2 di Minnessota Amerika dalam program Direksi Paduan Suara.
Agustinus Bambang Jusana banyak belajar tentang musik paduan suara dari PSM Unpar dan Batavia Madrigal Singers pimpinan Ir. Avip Priatna Mag. of Art. Sebagai pelatih, dia pernah membawa PSM Maranatha menjadi juara pertama kompetisi paduan suara di Austria.
Jonathan Velasco masuk ke University of the Philippines Madrigal Singers dibawah Prof. Andrea Veneracion, dan belakangan menjadi asisten konduktor utama. Ia juga merupakan konduktor utama pertama dalam World Youth Choir yang berasal dari Asia dan beberapa kali menjadi juri dalam perlombaan itu.
Vonty S. Nahan, cowok asli Pontianak. Menyelesaikan mayor komposisi musik dibawah bimbingan Marusya Nainggolan M. A, dan minor piano dibawah bimbingan Endang Kusumaningsih di IKJ. Dia juga menjadi pianis di beberapa hotel besar, seperti Hotel Arya Duta, Hotel President, Hotel Nikki, Hotel Hyatt, Hotel Sahid Jaya, dan Hotel Reagent. Selain itu, dia juga menjadi jingle programmer untuk beberapa perusahaan besar, Toyota New Great Corola, Kara, Suzuki Side Kick, Hyundai VCD player, Toyota Kijang Baru, Bedak Purol, Rejoice, Fuji Image Service, Fuji Film, dan Lemari Es Sanyo.
Okay, kembali ke konser pamit. Besok teman-teman akan mempersembahkan sebuah konser bagi para penikmat musik paduan suara di Yogya.
Judul yang dibawa adalah 'konser pamit'.
Sebuah ucapan pamit pada teman, saudara, dan kolega, untuk pergi sementara mengejar sesuatu yang menjadi tujuan bersama.
Pamitan terkadang erat asosiasinya dengan rasa sedih akan perpisahan. Berpisah dalam artian tidak bertemu secara fisik untuk beberapa waktu lamanya. Tapi kali ini rasanya cukup berbeda. Tidak ada kesedihan yang dirasakan, yang ada hanyalah kebanggaan dan harapan yang besar. Memohon doa restu dari semua pihak untuk perjuangan yang akan dilakukan.
Teman-teman sudah berjuang keras selama beberapa bulan terakhir. Perjuangan belum selesai, bahkan bisa dibilang baru dimulai. Selamat berjuang teman-teman!
Just enjoy it, karena musik adalah rasa!
"Di sisi kanan panggung, satu set alat musik sedang dimainkan oleh beberapa pemusik."
ReplyDeleteKayaknya itu aku deh.... Mmmmm.... =P
Weits, yoi bro! Paling ga sisa-sisa Bflat masih berkontribusi di PSM, hahaha!!! Maju terus Bflat, C, Dflat, D, Eflat, dan lain-lainnya...
ReplyDelete